Kamis, 29 September 2011

Anak-anak bangsa


Anak-anak bangsa
Kemana perginya kalian
Kalian lahir dari perut ibu pertiwi
Kembalilah ke pangkuan ibu pertiwi
Saatnya kalian di depan,pimpin bangsa ini
Bangsamu butuh otak-otakmu
Bukan otot-otot penguasa
Lihatlah! Dengarlah tangisan ibu pertiwi
Kemiskinan makin menjamur
Pengangguran makin tak terelakkan
Yang berotot makin tak berotak
Yang berduit lupa sanak sodara
Anak-anak bangsa,sekali lagi aku memanggilmu
Pulanglah nak!

Sebuah rumah

Istriku!
Itu rumah kita
Rumah kita sederhana nan teduh
Tak perlu pagar besi
Cukup pepohonan di sekeliling kita
Kita akan terasing jika pagar dimuka rumah
Terasa kita tidak punya tetangga
Biarkan mereka senyum lambaikan tangan ke kita
Betapa kurindu senyum tulus mereka
Biarkan anak-anak mereka disini
Menghabiskan masa ceria mereka
Karna lapangan tlah tergantikan gedung-gedung kokoh
Tempat bermain tergantikan,permainan canggih
Yah permainan berteknologi  tlah mengasingkan mereka
Dari kawan ,sahabat dan orang tua
Tahukah istriku? Dunia ini makin sempit
Namun kumerasa sepi dan jauh
Jauh dari orang-orang di sekelilingku

Sebuah rindu

Rindu itu indah
Rindu itu sakit
Rindu itu cinta
Rindu itu benci
Rindi itu luka
Rindu itu obat
Rindu itu candu
Candu bagi yang merindu
Luka bagi yang tersakiti
Kuharap rinduku tak datang
Rindu berarti aku luka
Luka merasakan rindu!

Aku mencari-Mu

Di bawah kasur aku mencari-mu
Di sela-sela rumput yang hijau aku mencarimu
Adakah Kau disana?
Kucari Kau di laut yang luas
Yang kutemukan gelombang laut yang menerjangku
Kucari Kau di atas puncak gunung
Kutemukan tebing curam yang berlumut
Kucari kau disetiap aliran sungai
Kutemukan batu-batu cadas yang menghadang
Lewat angin yang berhembus kucari kucari Kau
Yang kutemukan hanyalah angin kering,kencang yang melumatku
Kucari kau sampai ke puncak langit
Kutemukan panas matahari yang membakar
Tuhan aku lelah,hampir mati mencarimu
 Kurebahkan badanku di atas rumput-rumput hijau
Kuhitung,kurenungi nasibku
Tuhan! Aku tak percaya tiba-tiba Kau di samping
Di setiap sudut hatiku
Menata hatiku yang rapuh

Aku mencari-Mu

Aku tengadahkan diriku ke langit
Di atas langit yang tinggi ada rasa iri di hati
Iri dengan ciptaan tuhan yang begitu damai
Doaku adalah doa orang-orang yang lalai
Tuhan ketika kulantunkan doaku serasa aku menyuruhmu
Padahal Engkau Maha di atas Maha
Tuhan ,jika aku bukan gunung yang menjulang tinggi
Jadikan aku kaki gunung tempat orang-orang singgah
Tuhan, jika aku bukan pohon  besar yang berbuah
Jadikan aku pohon yang bisa tuk berteduh
Tuhan jika aku bukan rumput tinggi yang indah
Jadikan aku rumput kecil tempat orang-orang merebahkan badan
Tuhan jika aku bukan raja
Jadikan aku pelayan yang dipercaya
Tapi,Tuhan jangan jadikan aku pejabat
Karna kutakut hatiku akan bejat
Jadikan saja diriku yang bermanfaat

Wanita Asing

Wanita asing
Kaukah itu wanitaku
Yang kemarin sore aku kenal
Yang kemarin hening tanpa kata dan senyuman
Yang kemarin tertunduk ketika aku meminangmu
Rasa baktimu tlah kalahkan bahagiamu
Benarkah kau pendamping hidupku
Yang setiap malam aku akan bergelut denganmu
Di ruang kecil yang remang-remang
Pagi,sore,malam
Kita semeja,setoilet dan seruangan
Wanita yang masih kuanggap asing
Mampukah relung hatimu itu terbuka
Atau kau hanya patung pelengkap rumah kita
Walau kau masih saja bisu
Tapi orang-orang menyebutmu kau istriku
Yang sekarang mengandung anak-anakku
Sebagai penerus marga kita
Ah,rasanya tak pantas kau kuanggap wanita asingku
Karna  lahirkan anak-anakku